Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang. (Al-Qur’an, Surat Yusuf, Ayat 53)
Sudah banyak peristiwa-peristiwa tragis, penyelewengan-penyelewengan moral dan berbagai tindak kejahatan yang terjadi diseputar penggunaan tekhnologi Internet. Tekhnologi yang memungkinkan jaringan computer terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia itu, telah banyak menimbulkan efek negative yang tidak sedikit, disamping juga manfaatnya yang tak terhitung.
Sebagian santri pasti telah membaca berita dibeberapa media cetak, seorang gadis yang terbunuh oleh teman facebooknya. Anak-anak mengakses situs porno dengan begitu leluasa, bahkan berita tentang beberapa orang yang kecanduan online, akhirnya meninggal dalam proses rehabilitasinya(penyembuhan).Itu hanya beberapa contoh kasus efek negative internet, selebihnya bisa santri hitung sendiri.
Santri sebelum memutuskan untuk berinternet ria perlu mengetahui seberapa banyak manfaat yang diperoleh dari Tekhnologi yang telah digunakan oleh lebih dari 1.733.993.741 orang itu atau sekitar 25,6 persen dari total populasi penduduk dunia. Alangkahnya baiknya bila niatan santri menjelajah internet adalah untuk kebaikan. Mencari Tuhan, bukan seks atau hal-hal lain yang bersifat permainan dan senda gurau.
Penulis mengamati hampir semua santri telah pernah menjelajah dunia maya, bahkan banyak yang memiliki account facebook, situs jejaring sosisal terpopuler saat ini. Tentunya diantara santri dalam safarinya di jalan raya maya, banyak menemukan hal-hal apapun yang diinginkan oleh selera nafsu, sedangkan kecenderungan nafsu adalah selalu ingin melakukan keburukan. Maka apakah bisa santri memfokuskan jelajah internetnya untuk kebaikan semata, semisal menambah ilmu pengetahuan yang mampu menambah keimanan kepada Allah Swt?. Mampukah para santri meniatkan hijrahnya ke dunia maya itu semata karena mencari RidhaNya, bukan karena dunia atau nafsu yang perturutkannya?.
Dari uraian singkat itu, maka perlu setidaknya 2 hal yang benar-benar harus dilaksanakan oleh para santri online 1.komitmen dari para santri sendiri, bagaimana agar dalam thoriq-thoriqnya disyari’ internet, santri selalu berusaha sungguh-sungguh menjaga akhlak seorang mukmin. 2.santri harus mampu memilih dan memilah apa yang bermanfaat bagi diri serta agamanya dan menjauhi apa-apa yang mengotori hati dan meruntuhkan agama.
Bagaimana kalau tidak bisa melaksanakan 2 hal itu, maka pilihan menjadi gaptek (gagap tekhnologi) adalah lebih utama, biar orang-orang mengatakan santri kuper, ketinggalan kereta zaman, asalkan kita selamat dunia dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar