Puisi Dzikir

SANG TELADAN

Baginda kau telah ajarkan aku seribu nilai.
Dari engkau aku tahu tentang hati nurani.
Berbakti kepada orang tua dan mengabdi pada ilahi.
Kau tebarkan air kesejukan pada ummatmu.
Kau ganti kerusakan dengan kedamaian.
Kedengkian dengan saling pengertian.
Biarpun kau telah tiada.
Teladanmu tetap bermakna
Akhlakmu terus menjelma.
Dan ajaranmu selalu bergema.
Di sudut-sudut hati umat beriman.
Di jiwa-jiwa yang masih suci.
Di kalbu-kalbu yang khauf ilahi.
Dan di nafsu-nafsu yang masih terkendali
Rasul, shalawat atasmu akan terus teriring.
Di setiap getar bibirku. Desah nafasku.
Namun semua itu masih terlalu kecil
 bila di banding bekas akhlak terpujimu.
Yang menempel. di sikap umat-umat teladan.



SAJADAHKU

Sajadahku panjang membentang
Higga sampai ke kuburan
Sujudku bersimbah di atasnya
Menanti saat mengusungku pergi

Sajadahku panjang membentang
Higga sampai ke kuburan
Tasbihku tertanam di pelatarannya
Mengharap putaran sang malakul maut
Merenggut jiwa yang meranggas rindu

Sajadahku panjang membentang
Hingga sampai ke kuburan
Wudhu'ku menitik melekat kuat
Menjadi saksi "Sajadahku pernah
Menyapa maut"
Di kuburan rasul.


AFALA TA’QILUUN

Lihat matamu
Perhatikan mulutmu
Telingamu,hidungmu
Tanganmu,kakimu
Dan kelaminmu
Adakah dusta
Adakah lupa
Adakah salah
Sudahkah berwudhu’
Sebelum gugur maju
Merenggut semua anugrah
Membawa kita keneraka nestapa
Pahami siapakah engkau
Dari mana
Akan kemana
Pikirkan bagaimana siang
Berganti iring dengan malam
Berpeluk mesra dengan mati
Afala ta’qiluun!





SEMANGAT JUANG

Telah pudar sejarah kebangkitan
Kini tiggal puing-puing yang tersisa
Menuggu bangun dari keterpurukan cita
Islam dulu adalah raksasa dunia
Mercusuar setiap peradaban manusia
Dan muara semua letupan-letupan sains eropa

Islam menanti geliat putra-putra muda
Karena di pundaknya cita-cita tercipta
Di tangannya pedang-pedang ijtihad menjelma

Kobarkanlah! Hai para pemuda harapan agama
Semangat juang fi sabilillah
Bekali jiwa dengan mutira-mutiara ruhiyyah
Tuk jadi mujahid agama
Hidup mati hanya li ilaikalimatillah

ENGKAULAH SEGALANYA

Antar  aku  antar  aku
Tujuanku  adalah  engkau

RINDU REDAM

Senyapku terperi
Sedangkan kerinduanku
Tak terperi



KASIH KASIH KASIHMU PADAKU

Taukah kau
Apakah itu malam
Malam  bukan berarti gelap
Malam adalah tempat sunyi
Dimana engkau senyap
Malam adalah dimana engkau terjaga
Disaat belantara arwah menganga
Diwaktu semua mahluk melemah
Terbuai oleh khayal impian
Malam adalah kala engkau bermesra
Dengan kekasihmu  mengais rindu
Yang mendekam dengan cengkerama
Yang berhiaskan mutiara-mutiara tasbih
Dan syair keagungan
Malam adalah ketika engkau menangis
Mengiba  belaian  kasihNya
Kasih  kasih kasihMu  padaku










MUNAFIK

Aku lihat ada sajadah didepanmu
Tapi mengapa darah mengalir diatasnya
Ku lihat ada Tasbih ditanganmu
Tapi mengapa debu-debu kemunafikan melumurinya
Kulihat ada sorban dipundakmu
Tapi mengapa jerit-jerit keangkuhan menggema di dalamnya
Ku lihat ada jubah melingkupi tubuhmu
Tapi mengapa aku mendengar suara-suara munafik dari kelonggarannya
Kulihat ada takbir pengagungan di kekhusuan shalatmu
Tapi mengapa baju-baju kemungkaran
Melekat kuat di jiwamu
Kulihat ada Allah didasar hatimu
Tapi mengapa cinta palsu terpampang besar di sudut-sudut ruang hatimu


KEBESARAN TAQWA
Selimuti jiwa dengan kebesaran taqwa
Pesonanya kan menyebar  keseluruh kisi-kisi semesta raya
mendatangi istana keagungan-Nya dengan wajah yang penuh kerendahan
Mutmainnah pancarkan cahya keagungan
melipur lara menghilangkan duka
Dan nestapapu berganti ketentraman
Oh taqwa pesonamu sungguh menakjubkan
Walau sulit dimiliki, dikau tetap dicari
Oh taqwa ingin aku menjadi suamimu
Menjagamu hingga ajal menjemputku